40 Mahasiswa dan Warga UI Jadi Korban Kekerasan Seksual, Rektor Diminta Komitmen Dukung Satgas PPKS

Selamat datang Jalan Terus di Situs Kami!

DEPOK – Komite Anti Kekerasan Seksual Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Rektor. Tindakan ini diambil akibat Satuan Tugas Pencegahan dan Perlindungan Kekerasan Seksual (PPKS) berhenti beroperasi karena tidak mendapat dukungan dari kampus universitas. 40 Mahasiswa dan Warga UI Jadi Korban Kekerasan Seksual, Rektor Diminta Komitmen Dukung Satgas PPKS

Risalo Luis, Kepala Bagian Operasional dan Kelembagaan BEM UI, mengatakan aksi demonstrasi tersebut dilakukan sebagai aksi simbolis bahwa UI bukanlah tempat yang aman. Dikatakan bahwa kekerasan seksual tidak ditangani dengan baik di HÍ. 25 Universitas Terbaik di Jawa Tengah Versi UniRank 2024, Undip, UNS, atau Unnes yang Nomor 1?

“Kami melihat beberapa hari yang lalu Satgas PPKS di HÍ menolak menerima laporan kekerasan seksual karena tidak ada dukungan operasional dari HÍ dan tidak ada ruang operasional serta Satgas PPKS HÍ tidak bisa menanganinya. Tidak tersedia fasilitas yang memadai. .menjamin dan mencegah kekerasan seksual di UI,” ujarnya saat sidang kasus tersebut, Kamis (27/7/2023).

Satgas PPKS HÍ untuk sementara waktu tidak lagi menerima laporan adanya peristiwa kekerasan. Penangguhan tersebut dimulai pada Senin (24/7). Sejak didirikan delapan bulan lalu, panitia proyek PPPKS UI telah menerima puluhan kasus. Namun, pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai kasus tersebut.

“Untuk kasus saya sendiri, saya tidak bisa menjawab karena dari satgas, karena dari satgas dan tidak bisa diumumkan ke publik,” ucapnya, dan pelakunya ada lebih dari 30 orang.

Satgas belum menerima laporan baru sejak penghentian sementara. Satgas hanya menindaklanjuti laporan yang sudah berjalan. “Satgasnya sudah dibentuk, tapi mogok kerja karena UI tidak bisa mendapatkan fasilitasnya,” ujarnya.

Korban yang melapor ke satgas diantaranya adalah pelajar dan warga HÍ lainnya. Begitu pula dengan 30 pelaku yang merupakan pelajar, guru, dan warga HÍ. “Ini mahasiswa, warga UI, dosen,” ujarnya.

Rektor UI Air Kankuru ditanyai empat hal. Yakni Rektor UI dan jajarannya diinstruksikan untuk segera bertemu dengan panitia proyek PPKS. Mendorong mereka untuk menjalankan tugasnya sesuai amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang PPKS untuk memperlancar tugas dan wewenang pengurus proyek PPKS UI.

“Alokasikan modal kerja yang memadai dan sediakan infrastruktur serta ruang operasional yang memadai dan hemat biaya,” ujarnya.

Selain menyerukan komitmen Rektor HÍ untuk mencegah dan mengatasi kekerasan seksual di HÍ. Ia kemudian mendesak Rektor UI untuk memenuhi seluruh persyaratan panitia proyek PPKS UI dalam mengeluarkan pernyataan sikap UPKSUI sebelum waktu yang ditentukan oleh PPKI UI, yaitu. 31 Agustus 2023. 40 Mahasiswa dan Warga UI Jadi Korban Kekerasan Seksual, Rektor Diminta Komitmen Dukung Satgas PPKS

“Permintaan sesuai surat pernyataan yang dikeluarkan pada 1 Agustus 2023, apabila tuntutan tidak dipenuhi maka panitia proyek PPKS akan mengundurkan diri dari kelompok proyek PPKS,” tutupnya. 30 siswa dari 6 negara mengajarkan cara memanfaatkan sampah sebagai bahan bakar. Sekitar 30 mahasiswa nasional dan internasional mengunjungi Industri Pengelolaan Sampah Terpadu – Pengelolaan Sampah, Mandiri (IPST ASARI) di Link, Sardaug, Ceylon. Jalan Terus 10 Februari 2024