Jika ditanya mengenai kebun binatang pertama di Indonesia, jawabannya adalah Kebun Binatang Ragunan yang terletak di Jakarta. Kebun binatang ini didirikan pada tahun 1864, pada awalnya berada di kawasan Cikini Jakarta Pusat. Kemudian pada tahun 1964 kebun binatang dipindah ke kawasan Ragunan. Dan akhirnya diresmikan menjadi Taman Margasatwa Ragunan pada 22 Juni 1966. Luas dari keseluruhan kebun binatang ini sekitar 140 hektar.

denah rangunan
myeatandtravelstory.wordpress.com

Untuk mencapai Kebun Binatang Ragunan sangat mudah, bisa menggunakan transportasi umum seperti angkutan kota, bus Transjakarta karena letak Haltenya tepat di Ragunan. Terlebih lagi bagi pengunjung yang ingin datang menggunakan kendaraan pribadi, tidak perlu khawatir karena parkiran disediakan cukup luas Pengunjung di masa-masa liburan seperti lebaran, natal, tahun baru atau libur panjang sangat melimpah ruah. Biasanya pengelola akan membatasi kendaraan yang masuk, agar tidak saling bertumpukan dengan kendaraan pengunjung yang hendak keluar.

transportasi rangunan
republika.co.id

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk

Kawasan Kebun Binatang Ragunan ini sangat luas, tidak hanya identik dengan binatang-binatang yang dilesatarikan namun terdapat pula banyak tumbuhan besar yang tumbuh di kawasan ini. Sehingga udara di sekitar Kebun Binatang terasa sejuk dan dapat menjadi filter udara bagi Jakarta. Karena itu, banyak pengunjung yang datang ke Ragunan karena suka dengan suhu udara di tempat tersebut. Sebab mencari udara segar di Jakarta adalah sesuatu yang semakin sulit saat ini. Kebun Binatang Ragunan dibuka sejak jam 9 hingga 6 sore. Tidak perlu khawatir dengan tiket masuknya, karena hanya cukup dengan membayar 4000 ribu untuk dewasa dan 3000 untuk anak-anak, ditambah dengan biaya asuransi hanya 500 rupiah per orang. Karena murahnya harga tiket masuk ini maka membuat pengunjung sering membludak walaupun masih banyak tempat wisata di Jakarta yang lebih bagus.

pusat primata rangunan
lifestyle.okezone.com

Keliling Dengan Kereta Wisata

Pengelola juga menyediakan fasilitas untuk berkeliling kebu binatang dengan menaiki kereta wisata. Karena luasnya wilayah ini kereta wisata bisa menjadi alternatif agar tidak mudah lelah. Cukup dengan membayar Rp. 6500 per orang untuk usia 3 tahun ke atas. Bisa juga dengan menggunakan sepeda yang disediakan, harga sewanya hanya Rp. 7500-15000 per jam. Pengunjung juga bisa menggelar tikar di daerah ini untuk bersantai sejenak menikmati sejuknya udara disana. Bagi yang ingin menunaikan ibadah sholat, pengelola sudah menyediakan fasilitas mushola, toilet, dan ada pula rumah makan. Bagi pengunjung yang suka olahraga jalan kaki, kawasan ini sangat baik untuk melakukan aktivitas olahraga karena banyaknya pepohonan yang membuat udara semakin sejuk serta luasnya tempat ini. (Baca juga : Menjelajahi Dunia Satwa di Taman Safari Indonesia, Bogor)

gajah di rangunan
google.co.id

Banyak Jenis Satwa Bisa Dipelajari

Binatang yang dipamerkan disini bermacam-macam spesiesnya. Mulai dari unggas, mamalia, reptil, primata dan masih banyak lagi. Berlibur kemari juga bisa menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk lebih mengenali hewan-hewan, dan agar mereka tidak mudah takut dengan binatang. Anak-anak tentu senang jika bisa belajar mengenai alam dan hewan liar sambil menaiki kereta. Di kebun binatang Ragunan juga memiliki pusat primata Schmutzer yang merupakan pusat pelestarian prima paling besar di dunia. Jika ingin melihat di tempat ini, pengunjung akan dikenai biaya tambahan sebesar 5000 per orang. Pusat Primata Schmutzer dibuka dari jam 9.00 – 16.00 setiap harinya. Pusat Primata ini memiliki berbagai jenis primata antara lain kera putih, siamang, orang utan, simpanse, dan gorila. Pemeliharaannya pun cukup baik. Jika datang di akhir pekan atau hari libur pengunjung bisa naik gajah, dan melihat atraksi tarian ular.

burung di rangunan
wartakota.tribunnews.com

Kebun Binatang Ragunan sejak dulu memang tidak pernah sepi pengunjung. Banyak hal yang dilakukan pengelola agar kebun binatang ini tetap awet dan menarik sehingga banyak pengunjung yang datang. Misalnya yaitu membuat tempat mengenai dunia orang utan, pemutaran film tentang binatang dan masih banyak lagi. Banyaknya tempat wisata baru membuat pengelola harus cermat dalam bersaing agar tidak kalah saing. Selain itu meskipun fokus pada pengunjung, pengelola juga tidak mengesampingkan kebutuhan binatang-binatang yang ada di dalam. Pengelolaan kandang dan habitat binatang terus dijaga supaya tidak membuat hewan merasa stres. Karena jika masalah psikologis hewan mereka terganggu akan mempengaruhi keindahan dan keragaman yang terdapat di dalamnya.

loading...
Admin
Admin

Pejuang Artikel

Admin Resmi, Warga Negara Indonesia.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.